Mengatasi
proyek rugi bukan perkara yang mudah. Dibutuhkan kejelian dan kreatifitas dalam
hal ide. Seperti yang telah diketahui bahwa proyek terutama konstruksi
merupakan industri yang paling tinggi kompleksitasnya dan terdapat banyak
sekali risiko yang apabila tidak dikelola dengan baik akan membuat proyek
mengalami kerugian. Untuk mengatasinya diperlukan langkah sistematis untuk
menemukan strategi untuk mengatasi kerugian proyek.
Akhir-akhir
ini, untuk mendapatkan proyek dengan keuntungan yang cukup semakin sulit.
Kompetisi yang ketat diantara sesama perusahaan konstruksi membuat turunnya
margin jika ingin memenangkan tender proyek. Dengan kondisi tingkat kompetisi
dan tingginya risiko yang dihadapi pada saat pelaksanaan, maka margin akan
semakin kecil bahkan menjadi rugi. Untuk menyegarkan pikiran Anda tentang
kerugian kontraktor ini adalah dapat sedikit refresh dengan membaca
tulisan-tulisan sebelumnya:
1. Faktor Kegagalan Kontraktor
2. Keuntungan Kontraktor Gede?
3. Faktor Utama Penyebab Kerugian Proyek Konstruksi
4. Key thoughs for crisis leadership
5. Apa itu project complexity?
Tulisan-tulisan serupa
sebelumnya di atas memberikan kesimpulan tentang kerugian perusahaan konstruksi
bahwa :
§ Proyek konstruksi merupakan industri yang memiliki
kompleksitas yang tinggi
§ Terjadi banyak risiko pada proyek konstruksi
§ Kontraktor sering mengalami kerugian. Sehingga profit
berdasarkan laporan keuangan dapat dikatakan cukup rendah
§ Kontraktor sering dalam posisi tawar yang rendah.
Terlihat dari banyaknya kejadian unbalanced contract.
§ Lemahnya kemampuan leadership dan berfikir strategis
dalam penyelesaian masalah-masalah di proyek.
§ Diperlukan langkah yang fokus dalam menghadapi situasi
krisis
§ Berfikir positif tentang peluang dalam situasi yang
krisis
Berbekal kesimpulan di
atas, menurut saya perlu digarisbawahi bahwa dalam mengatasi risiko-risiko dan
kerugian proyek, diperlukan suatu kepemimpinan yang strategis yang memahami
pola, alur, struktur, perilaku, peluang dalam hal biaya proyek. Kepemimpinan
yang strategis juga akan mampu membangkitkan motivasi tim untuk bangkit karena
tim merasa telah mendapatkan jalan keluar atas situasi yang tidak nyaman atas
kerugian proyek dan tentu saja tim akan mendapat tantangan untuk menjalankan
strategi yang dibuat dalam rangka mencapai salah satu kesuksesan proyek.
Menemukan langkah yang
strategis diperlukan dalam rangka bertindak fokus sebagai salah satu action
dalam crisis leadership. Tanpa fokus maka rencana yang dibuat tidak akan
berjalan dengan baik dan sasaran pencapaian menjadi kurang optimal. Tindakan
yang fokus merupakan sikap yang harus ditempuh dalam rangka secepatnya keluar
dari situasi krisis. Dalam tulisan ini berarti krisis terhadap masalah kinerja
biaya proyek.
Pemimpin proyek yang
baik, harus mampu memetakan situasi dan kondisi proyek dari aspek biaya
termasuk struktur biayanya. Dalam pemetaan ini, hal yang sangat penting adalah
dengan menghubungkannya dengan project life cycle atau siklus hidup proyek. Hal
ini dikarenakan keberhasilan strategi biaya proyek sangat terkait dengan
perjalanan fase proyek. Suatu strategi biaya dapat cocok pada beberapa fase
tapi bisa jadi tidak cocok juga pada beberapa fase yang lain. Contoh sederhana
adalah strategi melakukan VE. Strategi biaya ini akan cocok jika dilakukan pada
fase sebelum proyek dimulai dan atau pada saat masa perencanaan proyek. VE
sangat tidak tepat dilakukan pada saat pelaksanaan apalagi penutupan proyek.
Strategi biaya proyek
juga harus memperhatikan resources yang ada. Strategi apapun dan bagaimanapun
bagusnya tidak akan optimal jika tidak didukung oleh resources yang memadai.
Sebagai contoh adalah jika strategi yang dianggap memiliki peluang besar adalah
review design / VE. Maka harus diperhatikan bahwa ada anggota tin yang kompeten
dalam melakukan hal ini.
Berdasarkan pengalaman
dalam mengatasi proyek yang rugi, diperlukan langkah sistematis dalam rangka
mendapatkan rencana tindak lanjut yang strategis dalam mengatasi proyek yang
rugi. Dalam hal ini kerugian proyek sudah dapat diketahui sehubungan terjadinya
risiko proyek. Langkah-langkah untuk mendapatkan rencana tindak lanjut yang
strategis dan jitu adalah sebagai berikut:
1. Pemetaan biaya sehingga didapat item biaya pareto dan dapat juga
dikelompokkan bersamaan berdasarkan kelompok biayanya. (Material, upah,
subkontraktor, alat, dan overhead)
2. Identifikasi item pekerjaan
rugi dan nilai kerugiannya dalam nilai dan
prosentase. Lalu disusun rangking secara nilai dan prosentase
3. Analisis penyebab kerugian yang utama dan besaran dampak yang
ditimbulkannya
4. Membuat rencana-rencana
tindak lanjut atau strategi atas
kerugian yang terjadi berdasarkan hasil analisis penyebab dan besaran dampak.
5. Memetakan strategi dalam hubungan antara tingkat kesulitan dan hasil yang
diharapkan atau dapat juga membuat suatu simulasi perubahan kinerja biaya jika
langkah yang direncanakan memiliki probabilitas keberhasilan tertentu.
6. Review strategi atau langkah berdasarkan hasil pemetaan atau simulasi
sebelumnya dengan orientasi pencapaian hasil yang optimum.
7. Menentukan strategi prioritas berdasarkan hasil review dan simulasi ulang
8. Evaluasi strategi secara
periodik dengan memperhatikan fase proyek.
9. Menyiapkan strategi-strategi
lain apabila langkah yang telah ditetapkan
kurang berhasil atau meleset dari perkiraan semula. Bahasa lainnya untuk tahap
ini adalah menyiapkan plan b atau bahkan plan c.
Rangkaian tahapan di
atas diperlukan apabila kerumitan dan kompleksitas yang terjadi sedemikian
tidak memungkinkan untuk menggunakan langkah yang praktis berdasarkan
pengalaman. Untuk masalah yang sederhana dapat menggunakan strategi praktis
yang telah berhasil pada proyek sebelumnya.
Perlu diketahui bahwa
tiap langkah di atas adalah penting. Kurang baiknya suatu langkah akan
mempengaruhi kualitas langkah selanjutnya. Namun terdapat dua hal yang sangat
krusial yaitu analisis penyebab kerugian dan eksplorasi langkah penanganan
kerugian.
Penyebab
kerugian bagaimanapun harus ditemukan dengan validitas data yang baik.
Kesalahan langkah ini akan membuat langkah mencari rencana tindak lanjut akan
menjadi sia-sia. Pada eksplorasi langkah untuk penanganan kerugian juga harus
dilakukan secara kreatif. Diperlukan ide-ide brillian dan bersifat out of the box untuk dapat keluar dari kerugian. Beberapa prinsip
ide-ide tersebut adalah:
§ Memperkecil kerugian pada item pekerjaan rugi yang
besar.
§ Memperbesar peluang dan nilai keuntungan pada item
pekerjaan pareto yang lain.
§ Mengubah pekerjaan rugi menjadi untung.
§ Menghilangkan pekerjaan rugi dan memunculkan pekerjaan
untung.
§ Memperkecil uncertainty (ketidakpastian) biaya dan mengunci biaya yang sudah
tinggi tingkat kepastiannya. Prinsip ini bertujuan untuk mengurangi
kompleksitas pengendalian biaya agar biaya dapat lebih mudah dikendalikan
terutama yang belum dikunci.
§ Menambah keuntungan proyek dari pemasukan lain-lain
proyek.
§ Meningkatkan produktifitas produksi.
§ Meningkatkan efisiensi dalam operasional.
Menemukan ide-ide
brilian dapat dimaksimalkan dengan melibatkan lebih banyak tim proyek dalam
diskusi atau brainstorming di proyek. Berikan gambaran permasalahan yang baik
sedemikian tim proyek memahami permasalahan yang ada lalu dengan motivasi
yang tepat dan situasi yang kondusif, biasanya ide brillian sering didapat.
Prinsip ide-ide di
atas sudah tentu tidak boleh mengorbankan strandart dan target proyek dari sisi
kehandalan design, target waktu, target kualitas, dan target safety. Sudah
tidak jamannya untuk berusaha mengurangi kerugian dengan mengorbankan target
kualitas dan waktu proyek karena hanya akan membuat trust yang sudah dibangun
menjadi rusak. Jika perlu langkah strategis yang dibuat malah membuat target
dapat dilampaui. Tidak gampang, namun tidaklah terlalu sulit jika kreatifitas
dan leadership memadai dalam organisasi proyek.
Satu
hal yang harus diperhatikan adalah seberapa bagus rencana yang dibuat tidak
akan berhasil apabila hubungan dan komunikasi dengan pihak lain yang terkait
dengan pelaksanaan proyek kurang dijalin dengan baik. Bagaimanapun rencana
tersebut akan melibatkan interaksi yang cukup rumit yang berhubungan dengan
manusia sebagai pelaku yang memiliki karakter yang berbeda-beda. Komunikasi
yang baik dan terbuka akan memunculkan trust kepada
para pelaku proyek. Ini akan menunjang dalam menjalankan strategi yang telah
dibuat.
Diperlukan pula visi
dan misi yang baik dan mulia dalam setiap memulai suatu rencana yang besar.
Kesulitan dan hambatan dalam pelaksanaan akan selalu ada, namun visi dan misi
yang mulia akan secara tidak disadari akan selalu mendampingi dalam menemukan
solusi yang terkadang begitu dekat dengan masalah itu sendiri.
Hindari untuk bersikap
serakah karena hanya akan membuka celah kegagalan dalam menjalankan strategi.
Berfikir positif dalam tiap langkah dan berinteraksi akan membuat suatu
keyakinan dalam setiap tahap dari rencana yang dilakukan. Selalu ada peluang
dalam setiap masalah yang terjadi.
sumber : http://manajemenproyekindonesia.com/?p=670
Tidak ada komentar:
Posting Komentar